Category: Featured

  • Queens of the Circuit, Saat Perempuan Unjuk Gigi di Mandalika Kartini Race

    Queens of the Circuit, Saat Perempuan Unjuk Gigi di Mandalika Kartini Race

    Mandalika, 3 Mei 2026 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Krida Mataram sukses menyelenggarakan ajang balap “Queens of the Circuit – Mandalika Kartini Race 2026” yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Ajang ini merupakan inisiatif untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia motorsport Indonesia. Mengusung konsep one make race, seluruh peserta menggunakan kendaraan Toyota Agya 1200 cc, sehingga kompetisi berlangsung setara dengan fokus pada kemampuan dan keterampilan masing-masing pembalap.

    Sebanyak 8 (delapan) pembalap wanita terpilih mengikuti kompetisi ini. Para peserta dikurasi oleh Women in Motorsport (WIM) dan berasal dari berbagai disiplin balap di Indonesia, yaitu:

    * Alexandra – mantan pembalap Formula Renault Asia
    * Alinka – pembalap multi-disiplin (all-around racer)
    * Audya Anjani – pendatang baru asal Lombok
    * Belove Athaya – pembalap drifting
    * Clio Tjoannadi – pembalap gokart
    * Vivit Fariana – pembalap drag race dan sprint rally
    * Patricia Purnomo – pembalap drag race dan sprint rally
    * Ine Rosdiana – pembalap Radical Time Attack

    Tidak hanya para pembalap, ajang ini juga melibatkan seluruh unsur operasional yang didominasi oleh perempuan, baik di dalam maupun di luar lintasan. Mulai dari pengemudi safety car oleh Amara Angelica, hingga petugas grid, starter, finisher, dan berbagai peran teknis lainnya.

    Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, meliputi sesi latihan dan kualifikasi pada hari Jumat dan Sabtu, serta balapan final pada Minggu, 3 Mei 2026.

    Hasil Balapan (Race Classification)

    Berdasarkan hasil resmi balapan, berikut klasemen akhir Queens of the Circuit 2026:

    1. Alinka Hardianti (Women in Motorsport) – Juara 1
    2. Clio Tjoannadi (Women in Motorsport) – Juara 2
    3. Alexandra Asmasoebrata (Women in Motorsport) – Juara 3
    4. Audya Anjani (Krida)
    5. Ine Rosdiana (Cargloss Motorsport)
    6. Patricia Revalina (Putkar Reborn)
    7. Belove Athaya (Women in Motorsport)
    8. Vivit Fariana (Putkar Reborn)

    Alinka Hardianti tampil dominan sepanjang balapan dan juga mencatatkan fastest lap dengan waktu 2:06.496.

    Penyelenggaraan Queens of the Circuit tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian event motorsport berskala internasional, karena digelar bersamaan dengan GT World Challenge dan Mandalika Festival of Speed, yang semakin memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu pusat kegiatan balap di Indonesia.

    Melalui ajang ini, MGPA dan Krida Mataram berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia motorsport, baik sebagai pembalap maupun dalam berbagai peran profesional lainnya di industri ini.

  • QUEENS OF THE CIRCUIT – MANDALIKA KARTINI RACE 2026 Perkuat Peran Perempuan dalam Dunia Motorsport Indonesia

    QUEENS OF THE CIRCUIT – MANDALIKA KARTINI RACE 2026
    Perkuat Peran Perempuan dalam Dunia Motorsport Indonesia

    Mandalika, 3 Mei 2026 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Krida Mataram sukses menyelenggarakan ajang balap “Queens of the Circuit – Mandalika Kartini Race 2026” yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Ajang ini merupakan inisiatif untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia motorsport Indonesia. Mengusung konsep one make race, seluruh peserta menggunakan kendaraan Toyota Agya 1200 cc, sehingga kompetisi berlangsung setara dengan fokus pada kemampuan dan keterampilan masing-masing pembalap.

    Sebanyak 8 (delapan) pembalap wanita terpilih mengikuti kompetisi ini. Para peserta dikurasi oleh Women in Motorsport (WIM) dan berasal dari berbagai disiplin balap di Indonesia, yaitu:

    * Alexandra – mantan pembalap Formula Renault Asia
    * Alinka – pembalap multi-disiplin (all-around racer)
    * Audya Anjani – pendatang baru asal Lombok
    * Belove Athaya – pembalap drifting
    * Clio Tjoannadi – pembalap gokart
    * Vivit Fariana – pembalap drag race dan sprint rally
    * Patricia Purnomo – pembalap drag race dan sprint rally
    * Ine Rosdiana – pembalap Radical Time Attack

    Tidak hanya para pembalap, ajang ini juga melibatkan seluruh unsur operasional yang didominasi oleh perempuan, baik di dalam maupun di luar lintasan. Mulai dari pengemudi safety car oleh Amara Angelica, hingga petugas grid, starter, finisher, dan berbagai peran teknis lainnya.

    Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, meliputi sesi latihan dan kualifikasi pada hari Jumat dan Sabtu, serta balapan final pada Minggu, 3 Mei 2026.

    Hasil Balapan (Race Classification)

    Berdasarkan hasil resmi balapan, berikut klasemen akhir Queens of the Circuit 2026:

    1. Alinka Hardianti (Women in Motorsport) – Juara 1
    2. Clio Tjoannadi (Women in Motorsport) – Juara 2
    3. Alexandra Asmasoebrata (Women in Motorsport) – Juara 3
    4. Audya Anjani (Krida)
    5. Ine Rosdiana (Cargloss Motorsport)
    6. Patricia Revalina (Putkar Reborn)
    7. Belove Athaya (Women in Motorsport)
    8. Vivit Fariana (Putkar Reborn)

    Alinka Hardianti tampil dominan sepanjang balapan dan juga mencatatkan fastest lap dengan waktu 2:06.496.

    Penyelenggaraan Queens of the Circuit tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian event motorsport berskala internasional, karena digelar bersamaan dengan GT World Challenge dan Mandalika Festival of Speed, yang semakin memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu pusat kegiatan balap di Indonesia.

    Melalui ajang ini, MGPA dan Krida Mataram berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia motorsport, baik sebagai pembalap maupun dalam berbagai peran profesional lainnya di industri ini.

  • May Day 2026 di Palembang Tanpa Demo Ricuh! Kapolda Sumsel Buka “Jalur Cepat” Aduan Buruh

    May Day 2026 di Palembang Tanpa Demo Ricuh! Kapolda Sumsel Buka “Jalur Cepat” Aduan Buruh, Ini Terobosannya

    Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Selatan berlangsung berbeda. Tanpa gejolak aksi besar di jalanan. (Foto/Dok. Polda Sumsel)
    Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Selatan berlangsung berbeda. Tanpa gejolak aksi besar di jalanan. (Foto/Dok. Polda Sumsel)

     

    Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Selatan berlangsung berbeda. Tanpa gejolak aksi besar di jalanan, aspirasi buruh justru mengalir dalam forum dialog terbuka yang dihadiri langsung jajaran pemerintah dan kepolisian.

    Momentum ini dimanfaatkan Sandi Nugroho untuk menegaskan arah baru pendekatan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan: kolaboratif, cepat, dan berbasis solusi.

     

    Kegiatan Sarasehan dan Penyampaian Aspirasi Buruh yang digelar di Graha Bina Praja, Jumat (1/5/2026), menjadi panggung strategis pertemuan antara buruh, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Hadir dalam forum tersebut unsur Forkopimda, pimpinan daerah, hingga perwakilan serikat buruh dari berbagai wilayah di Sumsel.

    Berbeda dari pola konfrontatif yang kerap mewarnai May Day, forum ini justru menghadirkan suasana konstruktif. Aspirasi disampaikan secara langsung, terbuka, dan mengarah pada solusi konkret.

    Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan posisi Polri bukan sebagai pengambil alih peran lembaga ketenagakerjaan, melainkan sebagai akselerator penyelesaian masalah.

    “Polri hadir bukan untuk mengambil alih peran lembaga yang sudah ada, tetapi membantu mempercepat penyelesaian jika terdapat hambatan. Jika mekanisme bipartit maupun tripartit mengalami kendala, kami siap membantu melalui Desk Ketenagakerjaan,” tegasnya.

    Langkah konkret itu diwujudkan melalui optimalisasi Desk Ketenagakerjaan di bawah fungsi reserse kriminal khusus. Fasilitas ini menjadi “jalur cepat” bagi pekerja dan serikat buruh untuk melaporkan persoalan yang mandek, sekaligus mempercepat penanganannya.

    Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri yang mendorong kehadiran aktif kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

    Hasilnya terlihat nyata. May Day 2026 di Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan penuh dialog. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen buruh pun semakin menguat dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat.

    Sementara itu, Nandang Mu’min Wijaya memberikan apresiasi kepada seluruh serikat buruh yang memilih jalur dialog.

    “Ini menunjukkan kedewasaan semua pihak. Polri, pemerintah, dan buruh bisa berjalan bersama sebagai mitra dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong kesejahteraan,” ujarnya.

    Polda Sumsel memastikan Desk Ketenagakerjaan tetap terbuka bagi seluruh pekerja. Langkah ini menjadi bukti bahwa pendekatan dialog bukan hanya wacana, tetapi solusi nyata dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan di daerah

  • Kawal Mayday 2026, Polda Sumsel Hadirkan Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Buruh

    Kawal Mayday 2026, Polda Sumsel Hadirkan Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Buruh

    Dapur lapangan yang disediakan Polda Sumsel untuk melayani buruh yang merayakan May Day dihalaman gedung DPRD Sumsel/ist

    Polda Sumatera Selatan memperkuat stabilitas keamanan nasional melalui pendekatan humanis dalam pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026 di Kota Palembang, Jumat (1/5/2026).

    Di bawah arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., jajaran kepolisian tidak hanya melakukan pengawalan massa, tetapi juga menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi program Presisi Polri.

    Kegiatan yang berpusat di Simpang Lima Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini menghadirkan fasilitas Dapur Lapangan dari Satuan Brimob serta layanan kesehatan gratis bagi peserta aksi.

    Panduan& Petunjuk Perjalanan

    Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan masyarakat.

    Sebanyak kurang lebih 416 massa buruh dari berbagai wilayah seperti Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, Prabumulih, Banyuasin, hingga PALI mengikuti kegiatan “Rembuk Buruh” dengan tertib.

    Seluruh pergerakan massa dari Benteng Kuto Besak menuju Gedung DPRD dikawal secara profesional oleh personel Polda Sumatera Selatan.

    Pendekatan pelayanan ini bertujuan memastikan aspirasi buruh tersampaikan secara aman tanpa mengganggu ketertiban umum, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi di daerah.

    Dalam pelaksanaannya, Sat Brimob Polda Sumatera Selatan menyiagakan Dapur Lapangan untuk menyediakan konsumsi bagi peserta aksi dan petugas.

    Sementara itu, Bid Dokkes memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik massa tetap prima selama kegiatan berlangsung.

    Kehadiran fasilitas ini memberikan dampak positif terhadap situasi kamtibmas, di mana kondisi di lapangan tetap terkendali, tertib, dan kondusif. Pendekatan humanis ini juga memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya kelompok buruh.

    Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, S.I.K mengatakan pelayanan dapur lapangan merupakan instruksi langsung pimpinan untuk memastikan Polri hadir secara nyata di tengah masyarakat.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk melayani saudara-saudara kita para buruh. Dapur Lapangan dan layanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri agar kegiatan berjalan lancar dan humanis,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menuturkan pengamanan Mayday 2026 merupakan representasi komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah.

    “Kami memastikan setiap kegiatan penyampaian pendapat berjalan sejuk dan tertib. Polda Sumsel memfasilitasi kebutuhan dasar peserta aksi agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” tegasnya.

    Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian peringatan Mayday 2026 di Kota Palembang berjalan aman dan lancar. Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah aspirasi diterima, dengan pengawalan hingga kembali ke daerah masing-masing

  • Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas–

     

    Momen Haru di Musi Rawas, Kapolda Sumsel Terima Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran

    MUSI RAWAS, sumeks.co- Di tengah rangkaian kunjungan kerja yang padat, sebuah momen sederhana justru menjadi sorotan saat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menerima hadiah tak biasa dari seorang warga korban kebakaran di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

    Bukan cendera mata mewah atau bingkisan mahal, melainkan gethuk, makanan tradisional khas Jawa yang dibuat sendiri oleh warga bernama Jumono sebagai tanda terima kasih.

    Peristiwa penuh kehangatan itu terjadi saat Kapolda Sumsel menghadiri agenda sosial sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Rabu (29 April 2026).

    Jumono adalah salah satu warga yang rumahnya hangus dilalap api beberapa waktu lalu. Musibah itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari awal.

    Melalui program bakti sosial Polda Sumsel, rumah Jumono dibangun kembali. Saat prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis berlangsung, ia mendekati Kapolda dengan wajah haru sambil membawa bungkusan sederhana.

    Di dalamnya terdapat gethuk buatan tangan sendiri yang sengaja disiapkan untuk orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

    Bagi sebagian orang, gethuk mungkin hanya makanan biasa. Namun bagi Jumono, bingkisan itu adalah lambang rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian yang telah diberikan.

    Kapolda Sumsel menerima hadiah tersebut dengan hangat. Bahkan, menurut jajaran kepolisian, gethuk itu dibawa langsung ke Palembang sebagai kenang-kenangan berharga.

    “Beliau sangat terharu dan membawa gethuk itu kembali ke Palembang. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta.

    Kisah ini menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan uluran tangan.

    Program bedah rumah yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian dari pendekatan Polri Presisi, yakni pelayanan yang humanis, responsif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut momen tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran kepolisian.

    “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat. Ketulusan warga seperti ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

    Di tengah berita keras tentang kriminalitas dan penegakan hukum, kisah seorang warga yang menghadiahkan gethuk kepada Kapolda justru menghadirkan sisi lain yang menenangkan.

    Tak ada panggung megah, tak ada seremoni berlebihan. Hanya rumah sederhana yang dibangun kembali, seorang warga yang bersyukur, dan seporsi gethuk yang menyimpan makna besar.

    Kadang, hubungan antara negara dan rakyat memang tidak selalu dibangun lewat kata-kata besar. Cukup lewat kepedulian dan ketulusan sederhana dari dapur warga.

  • Sebuah Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas–

     

    Momen Haru di Musi Rawas, Kapolda Sumsel Terima Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran

    MUSI RAWAS, sumeks.co- Di tengah rangkaian kunjungan kerja yang padat, sebuah momen sederhana justru menjadi sorotan saat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menerima hadiah tak biasa dari seorang warga korban kebakaran di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

    Bukan cendera mata mewah atau bingkisan mahal, melainkan gethuk, makanan tradisional khas Jawa yang dibuat sendiri oleh warga bernama Jumono sebagai tanda terima kasih.

    Peristiwa penuh kehangatan itu terjadi saat Kapolda Sumsel menghadiri agenda sosial sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Rabu (29 April 2026).

    Jumono adalah salah satu warga yang rumahnya hangus dilalap api beberapa waktu lalu. Musibah itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari awal.

    Melalui program bakti sosial Polda Sumsel, rumah Jumono dibangun kembali. Saat prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis berlangsung, ia mendekati Kapolda dengan wajah haru sambil membawa bungkusan sederhana.

    Di dalamnya terdapat gethuk buatan tangan sendiri yang sengaja disiapkan untuk orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

    Bagi sebagian orang, gethuk mungkin hanya makanan biasa. Namun bagi Jumono, bingkisan itu adalah lambang rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian yang telah diberikan.

    Kapolda Sumsel menerima hadiah tersebut dengan hangat. Bahkan, menurut jajaran kepolisian, gethuk itu dibawa langsung ke Palembang sebagai kenang-kenangan berharga.

    “Beliau sangat terharu dan membawa gethuk itu kembali ke Palembang. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta.

    Kisah ini menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan uluran tangan.

    Program bedah rumah yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian dari pendekatan Polri Presisi, yakni pelayanan yang humanis, responsif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut momen tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran kepolisian.

    “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat. Ketulusan warga seperti ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

    Di tengah berita keras tentang kriminalitas dan penegakan hukum, kisah seorang warga yang menghadiahkan gethuk kepada Kapolda justru menghadirkan sisi lain yang menenangkan.

    Tak ada panggung megah, tak ada seremoni berlebihan. Hanya rumah sederhana yang dibangun kembali, seorang warga yang bersyukur, dan seporsi gethuk yang menyimpan makna besar.

    Kadang, hubungan antara negara dan rakyat memang tidak selalu dibangun lewat kata-kata besar. Cukup lewat kepedulian dan ketulusan sederhana dari dapur warga.

  • Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Jakarta – Polda Metro Jaya membagikan makanan kepada sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu sebagai bentuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta aksi.
    “Polda Metro Jaya hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

    Polisi membagikan makanan di depan Kantor Disnaker Provinsi DKI Jakarta, Gambir. Personel Polda Metro Jaya juga tampak berinteraksi dengan peserta aksi.

    Petugas membagikan makanan berupa siomay kepada para buruh. Hal itu menjadi bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

    “Hal-hal kecil seperti menyapa, berdialog, dan berbagi makanan dapat mencairkan suasana. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, damai, dan penuh rasa saling menghormati,” ucapnya.

    Budi menyebut pembagian makanan itu merupakan bagian komunikasi dan pendekatan yang dibangun dengan pihak yang menyampaikan pendapat di muka umum. Dia mengajak masyarakat dan peserta agar tertib menjalankan aksinya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib. Polri akan terus hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan tetap melayani serta menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Ini di Bidang Kesehatan

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)

  • Bersama BNN, Wujudkan Hidup Sehat dan Masa Depan Cerah

    Bersama BNN, Wujudkan Hidup Sehat dan Masa Depan Cerah

    Menjaga kesehatan merupakan investasi penting bagi masa depan setiap individu. Namun, masih ada berbagai faktor yang dapat mengganggu kondisi fisik maupun mental seseorang, salah satunya adalah paparan zat berbahaya yang dapat berdampak jangka panjang.

    Dampak tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik, termasuk penampilan. Perubahan pada kulit, menurunnya vitalitas, serta berkurangnya kualitas hidup menjadi beberapa hal yang perlu diwaspadai.

    Sering kali, dampak tersebut tidak langsung terlihat, melainkan terjadi secara bertahap. Inilah yang membuat pentingnya kesadaran sejak dini untuk menjaga diri dari berbagai hal yang berpotensi merugikan kesehatan. Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas hidup tetap baik.
    Melalui edukasi yang terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta membuat pilihan hidup yang lebih bijak. Lingkungan yang positif dan dukungan dari orang terdekat juga menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan yang sehat.

    Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang kondisi saat ini, tetapi juga tentang masa depan. Dengan memilih gaya hidup yang baik, setiap individu dapat tetap tampil percaya diri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih optimal.

     

     

  • Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

    Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)
    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)

     

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mewanti-wanti para anggota Brimob yang baru dilantik agar menekan sikap arogan dan mengedepankan sikap disiplin serta tindakan humanis ketika bertugas.

    “Kehormatan yang saudara emban harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan menjalankan tugas secara profesional dan humanis,” kata Asep kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.

    http://youtube.com/post/UgkxovKBO2rezzUb0Z5-XrwAw_md5GLdaMYM?si=8olHMNqYlM3i3FcZ

    Asep meminta anggota Brimob yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas yang diemban. Khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    “Segera menyesuaikan diri dan tetap profesional dalam bertugas,” ucapnya.

    Jenderal polisi bintang dua itu, juga mengimbau para anggota selalu menjaga nama baik Korps Bhayangkara saat bertugas di tengah masyarakat. “Jaga nama baik institusi, disiplin dan loyal,” ucapnya.